Ingatkah Anda pelajaran dalam modul kelas XI yang lalu tentang jurnal
penyesuaian? Apakah sama dengan jurnal penyesuaian yang disajikan
dalam modul ini? Jawabnya adalah sama. Hanya saja jurnal penyesuaian dalam
modul kelas XI untuk perusahaan jasa dan dalam modul kelas XII ini untuk
perusahaan dagang. Sehingga yang berbeda dalam hal ini adalah karakteristik
perusahaannya. Jurnal penyesuaian dalam perusahaan dagang memiliki
kekhususan pada ayat jurnal penyesuaian persediaan barang.
Agar lebih jelasnya, maka dikemukakan apa yang dimaksud dengan jurnal
penyesuaian itu. Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat untuk
menyesuaikan akun-akun sementara setiap buku besar yang belum
mencerminkan jumlah (saldo) yang sebenarnya.
Dari pengertian di atas, tentunya tidak semua akun memerlukan jurnal
penyesuaian pada akhir periode akuntansi. Akun mana saja yang memerlukan
penyesuaian ?.Baiklah, akan dibahas dalam materi selanjutnya.
1. Akun-akun yang Perlu Disesuaikan pada Akhir Periode Akuntansi
Sebagaimana telah dikemukakan dalam uraian terdahulu, maka dalam modul
ini hanya akun persediaan barang dagang yang diuraikan secara lebih rinci,karena akun-akun lainnya telah dipelajari dalam modul kelas I tentang jurnal
penyesuaian perusahaan jasa.
Perbedaan dan persamaan :
Jurnal Penyesuian pada perusahaan jasa dan perusahaan dagang
1. Persediaan barang dagang : pada perusahaan jasa tidak ada
2. Perlengkapan : kedua-duannya ada
3. Beban dibayar dimuka : kedua-duannya ada
4. Pendapatan diterima dimuka : kedua-duannya ada
5. Beban yang masih harus dibayar : kedua-duannya ada
6. Penyusutan aktiva tetap : kedua-duannya ada
Dari data di atas, jelaslah bahwa selain persediaan barang dagang, jurnal
penyesuaian yang dikerjakan bersifat mengulang saja. Selain itu dapat ditarik
kesimpulan bahwa transaksi perusahaan dagang lebih banyak dari pada transaksi
perusahaan jasa. Begitu juga akun-akun yang memerlukan jurnal penyesuaian,
untuk perusahaan dagang didalamnya terdapat akun – akun yang ada pada
perusahaan jasa. Sekarang dilanjutkan dengan penyesuaian persediaan barang
dagang.
2. Akun Persediaan Barang Dagang
Pada perusahaan dagang terdapat dua sistem pencatatan barang dagang, yaitu
sistem berkala (periodik) dan sistem berkelanjutan (perpetual).
Perusahaan dalam prakteknya sering menggunakan sistem periodik, yaitu setiap
pembelian barang dagang dicatat dalam akun pembelian dan setiap penjualan
barang dagang dicatat dalam akun penjualan, tanpa menghitung harga pokok
barang yang dijual tersebut. Sehingga untuk menentukan persediaan barang
dagang akhir periode dilakukan perhitungan jumlah barang dagang secara fisik
di gudang yang merupakan persediaan barang dagang akhir.
Bagaimana cara menentukan hasil usaha dalam periode tertentu ?. Dalam hal
ini persediaan barang dagang merupakan unsur yang sangat penting, karena
jumlah barang yang dibeli dan barang yang laku terjual tidaklah sama dalam
periode tersebut. Jumlah barang yang laku terjual biasanya dianggap menjadi
beban yang disebut juga harga pokok, dan jumlah persediaan barang yang belum
terjual dilaporkan dalam neraca sebagai aktiva. Oleh karena itu agar laporan
sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka perlu dilakukan penyesuaian
terhadap persediaan barang dagang. Untuk lebih jelasnya berikut akan disajikan
pencatatan penyesuaian terhadap persediaan barang dagang.
3. Pencatatan Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang
a. Menggunakan pendekatan Ikhtisar Rugi Laba
Pada waktu dilakukan perhitungan rugi laba, maka persediaan awal akan
mempengaruhi harga pokok penjualan atau harga pokok barang yang laku
terjual. Oleh karena itu pada akhir periode , persediaan awal barang dagang
dipindahkan ke sebelah debit akun Ikhtisar rugi Laba dan mengkreditkan
akun persediaan awal barang dagang, seperti berikut !
Ihktisar Rugi Laba Rp. XXX
Persediaan barang dagang (awal) Rp. XXX
Sedangkan untuk penyesuaian persediaan barang dagang (akhir) dipindahkan
ke sisi debit akun Persediaan barang dagang dan mengkreditkan akun Ikhtisar
Laba Rugi, seperti berikut !
Persediaan barang dagang (akhir) Rp. XXX
Ikhtisar Rugi Laba Rp. XXX
b. Mengunakan pendekatan Harga Pokok Penjualan (HPP)
Bila menggunakan pendekatan harga pokok penjualan, maka yang perlu
diperhatikan adalah akun-akun yang harus dipindahkan ke harga pokok
penjualan. Akun apa saja yang termasuk unsur-unsur harga pokok penjualan?
Ada beberapa akun yang merupakan unsur-unsur harga pokok penjualan
yaitu sebagai berikut:
1. Persediaan barang dagang (awal)
2. Pembelian barang dagang
3. Biaya angkut pembelian
4. Retur pembelian
5. Potongan pembelian
6. Persediaan barang dagang (akhir), setelah dilakukan perhitungan secara
fisik pada akhir periode.
Jurnal Penyesuaian
Harga pokok penjualan Rp. xxx
Persediaan barang barang (awal) Rp. xxx
Harga pokok penjualan Rp. xxx
Pembelian Rp. xxx
Biaya angkut pembelian Rp. xxx
Retur pembelian Rp. xxx
Potongan pembelian Rp. xxx
Harga pokok penjualan Rp. xxx
Persediaan barang dagang Rp. xxx
Harga pokok penjualan Rp. xxx
4. Penyesuaian Perlengkapan
Mengapa perlengkapan perlu disesuaikan pada akhir periode ? Perlengkapan
sering juga dicatat sebagai bahan habis pakai. Pada mulanya perlengkapan
dibeli perusahaan merupakan aktiva lancar, yang dipakai dalam kegiatan
usahanya. Dalam pencatatan dibukukan sejumlah harga beli. Sehingga untuk
menentukan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode diperlukan perhitungan
secara fisik, yaitu dengan cara membandingkan jumlah mula-mula dalam
pembukuan dengan perlengkapan yang tersisa (yang masih ada) akhir periode.
Selisihnya itu merupakan beban pemakaian perlengkapan. Untuk mencatatnya
dalam jurnal penyesuaian yaitu sebagai berikut :
Beban pemakaian perlengkapan Rp. XXX
Perlengkapan Rp. XXX
Petuah PakDe :
"Apa pun SAYA BISA jika saya mau!"
Information Technology and the Center for Integrated Education
[The Performance of Higher Education]
Reach the Successful of Your Successful by Reaching Successful of Knowledge
Loading
Sekapur Sirih
Mohon beri Masukan, Saran, dan Kritikan mengenai isi kontens posting Blogspot ini, dan kalau diperlukan diharapkan kerjasama Anda dalam mengisi kontens posting Blogspot ini.
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya
Admin - waroengpakde
Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya
Admin - waroengpakde
Rabu, Agustus 11, 2010
JURNAL PENYESUAIAN
Jumat, Juli 25, 2008
Struktur Dokumen HTML 5
Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan saya mengenai HTML untuk tingkat lanjut, bagi kamu yang baru bela jar sangat disarankan untuk membaca terlebih dulu materi awal kita yaitu Dasar-Dasar HTML.
3. Grafik dalam Halaman Web
Biasanya orang menggunakan gambar untuk memperindah situsnya. HTML menyediakan tag <IMG> untuk menampilkan gambar dalam halaman web. Dari berbagai macam format gambar yang ada, hanya beberapa saja yang bisa dipergunakan dalam membuat halaman web. Format gambar yang paling sering digunakan adalah GIF dan JPEG. Format penulisannya adalah:
<IMG SRC = âfile_gambarâALT=ânama_alternatifâ>
Atribut SRC digunakan untuk menentukan sumber gambar. Atribut ALT berfungsi sebagai teks pengganti gambar untuk browser yang tidak bisa mendukung grafik, atau pada pihak client sengaja mematikan fasilitas pemanggilan gambar.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Grafik dalam halaman web</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN="left">www.waroengpakde.blogspot.com</P>
<P ALIGN="left"><IMG SRC="intec.gif" ALT="The Performance of Higher Education"></P>
</BODY>
</HTML>
Beberapa atribut pada tag <IMG> yang biasa digunakan dalam halaman-halaman web.
* BORDER : memberikan suatu border atau batas pada gambar, default-nya = 0
* HEIGHT, WIDTH : menentukan tinggi dan lebar suatu gambar dalam ukuran pixel
* HSPACE, VSPACE : menentukan jarak spasi horizontal dan spasi vertikal antara gambar-gambar dengan objek di sekitarnya
* ALIGN : mengatur perataan gambar terhadap objek di sekelilingnya. Nilainya bisa berupa LEFT, CENTER, RIGHT, BOTTOM, TOP dan MIDDLE
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Atribut IMG </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P>The Performance of Higher Education, VSPACE = 20
<BR>
<IMG SRC="intec.gif" WIDTH="270" HEIGTH="70" ALT="intec HM" BORDER="2"
HSPACE="20" VSPACE="20">
<BR>www.waroengpakde.blogspot.com, HSPACE = 20</P>
<P>Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40 Medan<IMG SRC=" intec.gif" WIDTH="203" HEIGHT="60"
ALT=" Information Technology and the Center for Integrated Education " HSPACE="20">Medan, HSPACE = 20
<BR>
</P>
</BODY>
</HTML>
4. Table
Tabel banyak digunakan karena dapat menampilkan informasi dengan bentuk yang ringkas dan mudah dibaca. Untuk membuat tabel digunakan tag awal <TABLE> dan tag penutup </TABLE>. Tag <TABLE> mewakili beberapa bagian penting, yaitu:
* CAPTION> ⦠</CAPTION> digunakan untuk membentuk judul tabel. Judul tabel ini akan terletak diluar tabel, bisa di bagian atas atau bagian bawah tabel
* <TH> ⦠</TH> berfungsi untuk meletakkan judul tabel di bagian peling atas atau paling kiri dari suatu tabel
* <TD> ⦠</TD> digunakan sebagai tempat menulis data atau informasi dalam tabel
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE>
<CAPTION>Seputar Calciomeecato</CAPTION>
<TR>
<TH>Nama Klub</TH>
<TH>Berita</TH>
</TR>
<TR>
<TD>Fiorentina</TD>
<TD>Fiorentina mendatangkan Nuno Gomes untuk menggantikan sang legenda Batigol</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Lazio</TD>
<TD>Lazio menjadi klub dengan rekor pembelian pemain sebesar 240 miliar lira!</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Perugia</TD>
<TD>Ahn Jung-Whan resmi menjadi pemain pinjaman Perugia</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Udinese</TD>
<TD>Pemain Spanyol berusia 23 tahun, Luis Helguera menjadi pemain Udinese <BR>
dengan transfer senilai 349 juta lira</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table ALIGN dan WIDTH
Perataan horizontal tabel menggunakan atribut ALIGN. ALIGN dapat bernilai LEFT untuk perataan kiri, CENTER untuk perataan di tengah dan RIGHT untuk perataan di kanan. Sedangkan untuk perataan vertikal menggunakan atribut VALIGN. VALIGN dapat bernilai TOP untuk perataan atas, MIDDLE untuk perataan di tengah dan BOTTOM untuk perataan di bawah.
Lebar tabel biasanya diatur menggunakan atribut WIDTH. Nilai WIDTH dapat dinyatakan dengan persen (%) yang menyatakan lebar tabel dalam persentase atau dinyatakan dengan pixel yang berarti ukuran sesungguhnya dari tabel.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan WIDTH dan ALIGN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE WIDTH="88%" HEIGHT="210">
<TR>
<TD WIDTH="30%" HEIGHT="110" VALIGN="top">Lihatlah VALIGN="top"<br>
Janganlah merasa malu mempelajari sesuatu yang tidak diketahuinya</TD>
<TD WIDTH="34%" HEIGHT="110" VALIGN="middle">Bandingkan dengan VALIGN ="middle"<br>
</TD>
<TD WIDTH="36%" HEIGHT="110" VALIGN="bottom">bagaimana dengan ini VALIGN="bottom"</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="30%" HEIGHT="100" ALIGN="left">kalo ini ALIGN="left"</TD>
<TD WIDTH="34%" HEIGHT="100" ALIGN="center">ALIGN="center"</TD>
<TD WIDTH="36%" HEIGHT="100" ALIGN="right">Dunia diciptakan untuk
semua makhluk, bukan untuk kepentingan dunia itu sendiri, dan ini dengan ALIGN = "right"</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table CELLSPACING dan CELLPADDING
Atribut CELLSPACING digunakan untuk menentukan jumlah spasi yang terdapat di antara dua buah sel. CELLPADDING berfungsi untuk mengatur jumlah spasi yang terdapat di antara batas/border dengan isi atau teks di dalam sel tersebut
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan CELLSPACING dan CELLPADDING</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="5" CELLSPACING="5" WIDTH="85%">
<TR>
<TD WIDTH="43%">baris 1, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 1, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="43%">baris 2, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 2, kolom 2</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table COLSPAN dan ROWSPAN
Atribut COLSPAN digunakan untuk menghubungkan beberapa kolom menjadi satu kolom. Sedangkan ROWSPAN digunakan untuk menggabungkan beberapa baris menjadi satu.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan ROWSPAN dan
COLSPAN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="5" CELLSPACING="5" WIDTH="85%">
<TR>
<TD WIDTH="43%" ROWSPAN="2">baris 1, kolom 1<P>baris 2, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 1, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="57%">baris 2, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="100%" COLSPAN="2">baris 3, kolom 1<P>baris 3, kolom 2</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table COLOR
Anda bisa memberi warna pada tabel. Selain warna latar belakang, border tabel bisa juga ditentukan warnanya. Untuk latar belakang digunakan atribut BGCOLOR, sedangkan untuk memberi warna pada border gunakan atribut BORDERCOLOR.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan ROWSPAN dan COLSPAN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="3" CELLSPACING="5" WIDTH="100%" BORDERCOLOR="#FF0000">
<TR>
<TD WIDTH="50%" BGCOLOR="#808080"> </TD>
<TD WIDTH="50%"> </TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="50%"> </TD>
<TD WIDTH="50%" BGCOLOR="#008080"> </TD>
</TR>
</TABLE>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="3" CELLSPACING="5" WIDTH="100%" BORDERCOLORLIGHT="#008080"
BORDERCOLORDARK="#800080">
<TR>
<TD WIDTH="100%"> </TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia …."
3. Grafik dalam Halaman Web
Biasanya orang menggunakan gambar untuk memperindah situsnya. HTML menyediakan tag <IMG> untuk menampilkan gambar dalam halaman web. Dari berbagai macam format gambar yang ada, hanya beberapa saja yang bisa dipergunakan dalam membuat halaman web. Format gambar yang paling sering digunakan adalah GIF dan JPEG. Format penulisannya adalah:
<IMG SRC = âfile_gambarâALT=ânama_alternatifâ>
Atribut SRC digunakan untuk menentukan sumber gambar. Atribut ALT berfungsi sebagai teks pengganti gambar untuk browser yang tidak bisa mendukung grafik, atau pada pihak client sengaja mematikan fasilitas pemanggilan gambar.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Grafik dalam halaman web</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN="left">www.waroengpakde.blogspot.com</P>
<P ALIGN="left"><IMG SRC="intec.gif" ALT="The Performance of Higher Education"></P>
</BODY>
</HTML>
Beberapa atribut pada tag <IMG> yang biasa digunakan dalam halaman-halaman web.
* BORDER : memberikan suatu border atau batas pada gambar, default-nya = 0
* HEIGHT, WIDTH : menentukan tinggi dan lebar suatu gambar dalam ukuran pixel
* HSPACE, VSPACE : menentukan jarak spasi horizontal dan spasi vertikal antara gambar-gambar dengan objek di sekitarnya
* ALIGN : mengatur perataan gambar terhadap objek di sekelilingnya. Nilainya bisa berupa LEFT, CENTER, RIGHT, BOTTOM, TOP dan MIDDLE
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Atribut IMG </TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P>The Performance of Higher Education, VSPACE = 20
<BR>
<IMG SRC="intec.gif" WIDTH="270" HEIGTH="70" ALT="intec HM" BORDER="2"
HSPACE="20" VSPACE="20">
<BR>www.waroengpakde.blogspot.com, HSPACE = 20</P>
<P>Jl. Brigjend Zein Hamid No. 40 Medan<IMG SRC=" intec.gif" WIDTH="203" HEIGHT="60"
ALT=" Information Technology and the Center for Integrated Education " HSPACE="20">Medan, HSPACE = 20
<BR>
</P>
</BODY>
</HTML>
4. Table
Tabel banyak digunakan karena dapat menampilkan informasi dengan bentuk yang ringkas dan mudah dibaca. Untuk membuat tabel digunakan tag awal <TABLE> dan tag penutup </TABLE>. Tag <TABLE> mewakili beberapa bagian penting, yaitu:
* CAPTION> ⦠</CAPTION> digunakan untuk membentuk judul tabel. Judul tabel ini akan terletak diluar tabel, bisa di bagian atas atau bagian bawah tabel
* <TH> ⦠</TH> berfungsi untuk meletakkan judul tabel di bagian peling atas atau paling kiri dari suatu tabel
* <TD> ⦠</TD> digunakan sebagai tempat menulis data atau informasi dalam tabel
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE>
<CAPTION>Seputar Calciomeecato</CAPTION>
<TR>
<TH>Nama Klub</TH>
<TH>Berita</TH>
</TR>
<TR>
<TD>Fiorentina</TD>
<TD>Fiorentina mendatangkan Nuno Gomes untuk menggantikan sang legenda Batigol</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Lazio</TD>
<TD>Lazio menjadi klub dengan rekor pembelian pemain sebesar 240 miliar lira!</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Perugia</TD>
<TD>Ahn Jung-Whan resmi menjadi pemain pinjaman Perugia</TD>
</TR>
<TR>
<TD>Udinese</TD>
<TD>Pemain Spanyol berusia 23 tahun, Luis Helguera menjadi pemain Udinese <BR>
dengan transfer senilai 349 juta lira</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table ALIGN dan WIDTH
Perataan horizontal tabel menggunakan atribut ALIGN. ALIGN dapat bernilai LEFT untuk perataan kiri, CENTER untuk perataan di tengah dan RIGHT untuk perataan di kanan. Sedangkan untuk perataan vertikal menggunakan atribut VALIGN. VALIGN dapat bernilai TOP untuk perataan atas, MIDDLE untuk perataan di tengah dan BOTTOM untuk perataan di bawah.
Lebar tabel biasanya diatur menggunakan atribut WIDTH. Nilai WIDTH dapat dinyatakan dengan persen (%) yang menyatakan lebar tabel dalam persentase atau dinyatakan dengan pixel yang berarti ukuran sesungguhnya dari tabel.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan WIDTH dan ALIGN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE WIDTH="88%" HEIGHT="210">
<TR>
<TD WIDTH="30%" HEIGHT="110" VALIGN="top">Lihatlah VALIGN="top"<br>
Janganlah merasa malu mempelajari sesuatu yang tidak diketahuinya</TD>
<TD WIDTH="34%" HEIGHT="110" VALIGN="middle">Bandingkan dengan VALIGN ="middle"<br>
</TD>
<TD WIDTH="36%" HEIGHT="110" VALIGN="bottom">bagaimana dengan ini VALIGN="bottom"</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="30%" HEIGHT="100" ALIGN="left">kalo ini ALIGN="left"</TD>
<TD WIDTH="34%" HEIGHT="100" ALIGN="center">ALIGN="center"</TD>
<TD WIDTH="36%" HEIGHT="100" ALIGN="right">Dunia diciptakan untuk
semua makhluk, bukan untuk kepentingan dunia itu sendiri, dan ini dengan ALIGN = "right"</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table CELLSPACING dan CELLPADDING
Atribut CELLSPACING digunakan untuk menentukan jumlah spasi yang terdapat di antara dua buah sel. CELLPADDING berfungsi untuk mengatur jumlah spasi yang terdapat di antara batas/border dengan isi atau teks di dalam sel tersebut
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan CELLSPACING dan CELLPADDING</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="5" CELLSPACING="5" WIDTH="85%">
<TR>
<TD WIDTH="43%">baris 1, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 1, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="43%">baris 2, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 2, kolom 2</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table COLSPAN dan ROWSPAN
Atribut COLSPAN digunakan untuk menghubungkan beberapa kolom menjadi satu kolom. Sedangkan ROWSPAN digunakan untuk menggabungkan beberapa baris menjadi satu.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan ROWSPAN dan
COLSPAN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="5" CELLSPACING="5" WIDTH="85%">
<TR>
<TD WIDTH="43%" ROWSPAN="2">baris 1, kolom 1<P>baris 2, kolom 1</TD>
<TD WIDTH="57%">baris 1, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="57%">baris 2, kolom 2</TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="100%" COLSPAN="2">baris 3, kolom 1<P>baris 3, kolom 2</TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Table COLOR
Anda bisa memberi warna pada tabel. Selain warna latar belakang, border tabel bisa juga ditentukan warnanya. Untuk latar belakang digunakan atribut BGCOLOR, sedangkan untuk memberi warna pada border gunakan atribut BORDERCOLOR.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Tabel dengan ROWSPAN dan COLSPAN</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="3" CELLSPACING="5" WIDTH="100%" BORDERCOLOR="#FF0000">
<TR>
<TD WIDTH="50%" BGCOLOR="#808080"> </TD>
<TD WIDTH="50%"> </TD>
</TR>
<TR>
<TD WIDTH="50%"> </TD>
<TD WIDTH="50%" BGCOLOR="#008080"> </TD>
</TR>
</TABLE>
<TABLE BORDER="3" CELLPADDING="3" CELLSPACING="5" WIDTH="100%" BORDERCOLORLIGHT="#008080"
BORDERCOLORDARK="#800080">
<TR>
<TD WIDTH="100%"> </TD>
</TR>
</TABLE>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Hidup ini adalah pilihan. Aku memilih menjadi orang yang bahagia …."
Struktur Dokumen HTML 4
Pembahasan berikut dilanjutkan dengan bagaimana cara menggunakan grafik dalam halaman web. Tabel merupakan salah satu perintah yang pasti akan dipakai dalam membuat halaman web. Setelah pembahasan tabel, Anda akan mempelajari salah satu bagian terpenting dalam halaman web yang dinamis, yaitu form dan input
1. Ordered List
Ordered list digunakan untuk membuat daftar dimana tiap bagiannya memiliki nomor secara berurut. Ordered list dimulai dengan menggunakan tag <OL> dan diakhiri </OL>. Untuk menyatakan tiap bagiannya digunakan tag <LI> dimana tag ini tidak menggunakan penutup.
Contoh:
<HTML>
<HEAD><TITLE>Ordered List</TITLE></HEAD>
<BODY>
Empat besar pemain termahal di dunia
<OL>
<LI>Luis Figo
<LI>Hernan Crespo
<LI>Christian Vieri
<LI>Nicolas Anelka
</OL>
</BODY>
<HTML>
Ketika menggunakan perintah ordered list maka default penomoran adalah 1, 2, 3, â¦, Anda bisa mengubah nomor tersebut menggunakan atribut TYPE pada tag <OL>.
* TYPE = 1 ; daftar berurut dengan nomor 1, 2, 3 (default)
* TYPE = I ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi besar (I, II, III, IV, â¦)
* TYPE = i ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi huruf kecil (i, ii, iii, iv,.)
* TYPE = A ; daftar berurut dengan menggunakan abjad besar (A, B, C, D, â¦)
* TYPE = a ; daftar berurut dengan menggunakan abjad kecil (a, b, c, d, â¦)
Selain mengubah jenis penomoran, HTML juga menyediakan perintah untuk menentukan nilai awal penomoran. Atribut yang digunakan adalah START = n, dimana n adalah nilai awal penomoran.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>OL dengan atribut</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<OL TYPE=A>
<LI>Daftar empat pemain termahal didunia
<OL TYPE=I>
<LI>Luis Figo
<LI>Hernan Crespo
<LI>Christian Vieri
<LI>Nicolas Anelka
</OL>
<LI>Urutan lima sampai delapan
<OL TYPE=1 START=5>
<LI>Denilson
<LI>Gabriel Batigol
<LI>Ronaldo
<LI>Amoroso
</OL>
</OL>
</BODY>
<HTML>
2. Unordered List
Berbeda dengan ordered list, dalam unordered list tidak dijumpai urutan dalam suatu daftar. Setiap bagian dari unordered list ditandai dengan tanda bullet. Tanda bullet menjadi defaultdalam unordered list. Untuk membuat daftar dengan tanda ini digunakan tag awal <UL> dan tag akhir </UL>. Sama seperti ordered list, untuk tiap-tiap bagian digunakan <LI> tanpa tag penutup.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Unordered List</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Empat besar Seri-A Liga Indonesia
<UL>
<LI>PSM Makassar
<LI>Pupuk Kaltim
<LI>Persikota
<LI>Persija Pusat
</UL>
</BODY>
<HTML>
Selain default tanda bullet, Anda bisa menggunakan tanda cakram/disk, lingkaran, atau kotak. Caranya dengan menggunakan atribut TYPE pada tag <UL>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>UL dengan atribut</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Klub sepakbola di Jawa Timur
<UL TYPE=square>
<LI>Mitra Surabaya
<LI>Persebaya
<LI>Persija Jember
</UL>
</BODY>
<HTML>
Petuah PakDe :
"Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku"
1. Ordered List
Ordered list digunakan untuk membuat daftar dimana tiap bagiannya memiliki nomor secara berurut. Ordered list dimulai dengan menggunakan tag <OL> dan diakhiri </OL>. Untuk menyatakan tiap bagiannya digunakan tag <LI> dimana tag ini tidak menggunakan penutup.
Contoh:
<HTML>
<HEAD><TITLE>Ordered List</TITLE></HEAD>
<BODY>
Empat besar pemain termahal di dunia
<OL>
<LI>Luis Figo
<LI>Hernan Crespo
<LI>Christian Vieri
<LI>Nicolas Anelka
</OL>
</BODY>
<HTML>
Ketika menggunakan perintah ordered list maka default penomoran adalah 1, 2, 3, â¦, Anda bisa mengubah nomor tersebut menggunakan atribut TYPE pada tag <OL>.
* TYPE = 1 ; daftar berurut dengan nomor 1, 2, 3 (default)
* TYPE = I ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi besar (I, II, III, IV, â¦)
* TYPE = i ; daftar berurut dengan menggunakan bilangan Romawi huruf kecil (i, ii, iii, iv,.)
* TYPE = A ; daftar berurut dengan menggunakan abjad besar (A, B, C, D, â¦)
* TYPE = a ; daftar berurut dengan menggunakan abjad kecil (a, b, c, d, â¦)
Selain mengubah jenis penomoran, HTML juga menyediakan perintah untuk menentukan nilai awal penomoran. Atribut yang digunakan adalah START = n, dimana n adalah nilai awal penomoran.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>OL dengan atribut</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<OL TYPE=A>
<LI>Daftar empat pemain termahal didunia
<OL TYPE=I>
<LI>Luis Figo
<LI>Hernan Crespo
<LI>Christian Vieri
<LI>Nicolas Anelka
</OL>
<LI>Urutan lima sampai delapan
<OL TYPE=1 START=5>
<LI>Denilson
<LI>Gabriel Batigol
<LI>Ronaldo
<LI>Amoroso
</OL>
</OL>
</BODY>
<HTML>
2. Unordered List
Berbeda dengan ordered list, dalam unordered list tidak dijumpai urutan dalam suatu daftar. Setiap bagian dari unordered list ditandai dengan tanda bullet. Tanda bullet menjadi defaultdalam unordered list. Untuk membuat daftar dengan tanda ini digunakan tag awal <UL> dan tag akhir </UL>. Sama seperti ordered list, untuk tiap-tiap bagian digunakan <LI> tanpa tag penutup.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Unordered List</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Empat besar Seri-A Liga Indonesia
<UL>
<LI>PSM Makassar
<LI>Pupuk Kaltim
<LI>Persikota
<LI>Persija Pusat
</UL>
</BODY>
<HTML>
Selain default tanda bullet, Anda bisa menggunakan tanda cakram/disk, lingkaran, atau kotak. Caranya dengan menggunakan atribut TYPE pada tag <UL>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>UL dengan atribut</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Klub sepakbola di Jawa Timur
<UL TYPE=square>
<LI>Mitra Surabaya
<LI>Persebaya
<LI>Persija Jember
</UL>
</BODY>
<HTML>
Petuah PakDe :
"Semakin aku fokus pada impianku. Semakin cepat aku mencapai impianku"
Struktur Dokumen HTML 3
Ini adalah bagian terakhir dari seri Dasar-Dasar HTML. Selanjutnya saya akan mencoba nantinya untuk menulis HTML untuk tingkat lanjut.
9. Link
Perintah anchor <A> digunakan untuk membuat suatu link. Untuk membuat link ke dokumen HTML lain digunakan perintah
<A HREF = ânama_dokumenâ>Teks pada browser</A>.
Anda juga bisa membuat link dalam sebuah dokumen HTML. Untuk itu perlu dipersiapkan nama anchor lokasi tujuan dari link tersebut. Nama anchor dibuat dengan menambahkan atribut NAME pada tag <A>.
Misalnya <A NAME = âBugsâ</A>.
Cara melakukan link ke bagian tersebut adalah <A HREF = â#nama_anchorâ>teks pada browser</A>.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Link</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<A NAME=âlengkapâ>Pemain-pemain AC Milan menurut abjad</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Abbiati ,<A HREF=â#abbiatiâ>info lengkap</A>
<P>Ayala
<P>Ambrosini
<P>Albertini
<P>Boban
<P>
<A HREF=âlinktujuan.htmlâ>kalo mau tahu lagi klik disini</A>
</BLOCKQUOTE>
<P><A NAME=âabbiatiâ>Abbiati</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Kiper ketiga timnas Italia runner up Euro 2000
<BR>Kiper utama U-21 juara Piala Eropa U-21
<BR>Kiper utama AC Milan juara Seri-A 1998-1999
</BLOCKQUOTE>
<P><A HREF=â#lengkapâ>kembali ke atas</A>
</BODY>
</HTML>
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Link tujuan</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN=âcenterâ>Waroeng PakDe<BR>Information
<BR>Education
<BR>General
<BR><A HREF=âintec.htmlâ>kembali</A>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…"
9. Link
Perintah anchor <A> digunakan untuk membuat suatu link. Untuk membuat link ke dokumen HTML lain digunakan perintah
<A HREF = ânama_dokumenâ>Teks pada browser</A>.
Anda juga bisa membuat link dalam sebuah dokumen HTML. Untuk itu perlu dipersiapkan nama anchor lokasi tujuan dari link tersebut. Nama anchor dibuat dengan menambahkan atribut NAME pada tag <A>.
Misalnya <A NAME = âBugsâ</A>.
Cara melakukan link ke bagian tersebut adalah <A HREF = â#nama_anchorâ>teks pada browser</A>.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Link</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<A NAME=âlengkapâ>Pemain-pemain AC Milan menurut abjad</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Abbiati ,<A HREF=â#abbiatiâ>info lengkap</A>
<P>Ayala
<P>Ambrosini
<P>Albertini
<P>Boban
<P>
<A HREF=âlinktujuan.htmlâ>kalo mau tahu lagi klik disini</A>
</BLOCKQUOTE>
<P><A NAME=âabbiatiâ>Abbiati</A>
<BLOCKQUOTE>
<P>Kiper ketiga timnas Italia runner up Euro 2000
<BR>Kiper utama U-21 juara Piala Eropa U-21
<BR>Kiper utama AC Milan juara Seri-A 1998-1999
</BLOCKQUOTE>
<P><A HREF=â#lengkapâ>kembali ke atas</A>
</BODY>
</HTML>
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Link tujuan</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN=âcenterâ>Waroeng PakDe<BR>Information
<BR>Education
<BR>General
<BR><A HREF=âintec.htmlâ>kembali</A>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Daripada hanya berdiam diri… Melangkah dan mungkin tergelincir (tahan nafas sebentar) adalah pilihan yang jauh lebih baik! (tahan nafas sebentar) Ada banyak pelajaran di sana…"
Struktur Dokumen HTML 2
3. Blockquote
Perintah tag <BLOCKQUOTE> digunakan untuk menulis kutipan teks. Dengan perintah ini browser akan menampilkan teks menjorok ke dalam (meng-identasi teks) atau menampilkan teks dalam bentuk huruf miring.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>BLOCKQUOTE</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H3>Sesuatu yang tidak perlu dicoba</H3>
<BLOCKQUOTE>
Sesuatu yang kelihatan mengasyikkan tapi sebenarnya lebih banyak menambah masalah pada remaja adalah narkoba, seks, alkohol dan merokok. Jangan sekali-kali mencoba jika tidak ingin membuat masalah baru
</BLOCKQUOTE>
</BODY>
</HTML>
4. Preformatted Text
Preformatted Text (PRE) digunakan untuk menampilkan teks sama seperti yang Anda ketikkan dalam dokumen HTML. Browser akan menampikan teks tersebut dalam font monospaced, yaitu seperti terlihat dalam teks yang tampilkan oleh aplikasi berbasis teks (misalnya telnet).
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Preformatted Text</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<PRE>
Edisi yang lalu dibahas tentang membuat billing system untuk warnet yang dapat langsung mencetak tagihan.
Kali ini diulas bagaimana menyimpan setiap transaksi dalam database agar bisa diperoleh beberapa laporan secara periodik.
</PRE>
</BODY>
</HTML>
5. Begin Row (BR)
Tag ini digunakan untuk menulis teks pada baris berikutnya. Tag <BR> membuat baris baru tanpa memberi baris kosong di bawahnya.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Begin Row</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P>Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan instalasi FreeBSD. Namun ada tiga cara yang paling sering dilakukan ,yaitu:
<BR>Instalasi melalui FTP
<BR>Instalasi melalui CDROM
<BR>Instalasi melalui partisi DOS
</BODY>
</HTML>
6. Ukuran Font
Untuk mengatur huruf dokumen HTML digunakan tag <FONT SIZE>. Tag <FONT SIZE> memiliki beberapa atribut untuk mengatur ukuran huruf yang akan digunakan.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ukuran font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=1>Ukuran font 1</FONT>
<FONT SIZE=2>Ukuran font 2</FONT>
<FONT SIZE=3>Ukuran font 3</FONT>
<FONT SIZE=4>Ukuran font 4</FONT>
<FONT SIZE=5>Ukuran font 5</FONT>
<FONT SIZE=6>Ukuran font 6</FONT>
<FONT SIZE=7>Ukuran font 7</FONT>
</BODY>
</HTML>
7. Jenis Font
Atribut FACE digunakan untuk mengatur jenis huruf yang diinginkan. Atribut FACE harus diisi dengan string jenis font seperti Arial, Times New Roman,Verdana, dan sebagainya.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jenis Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT FACE = âArialâ>Arial, contoh AC Milan <P>
<FONT FACE = âVerdanaâ>Verdana , contoh Persebaya <P>
<FONT FACE = âTimes New Romanâ>Times New Roman, contoh Indonesia <P>
</BODY>
</HTML>
8. Warna Font
Atribut COLOR digunakan untuk mengatur warna font yang akan digunakan. Untuk memberi nilai pada atribut color, ada dua cara. Cara pertama dengan menuliskan nama warna seperti Red, Blue, Yellow, White, dll. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan nilai RGB (Red Green Blue) dari suatu warna, misalnya FF0000 untuk Red, 00FF00 untuk green, dan 0000FF untuk Blue.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Warna Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT COLOR = âredâ>PSM Makassar<P>
<FONT COLOR = â#FF0000â³>tetap PSM Makassar kan?<P>
<FONT COLOR = â#00FF00â³>Ini baru Persebaya<P>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang...."
Perintah tag <BLOCKQUOTE> digunakan untuk menulis kutipan teks. Dengan perintah ini browser akan menampilkan teks menjorok ke dalam (meng-identasi teks) atau menampilkan teks dalam bentuk huruf miring.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>BLOCKQUOTE</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H3>Sesuatu yang tidak perlu dicoba</H3>
<BLOCKQUOTE>
Sesuatu yang kelihatan mengasyikkan tapi sebenarnya lebih banyak menambah masalah pada remaja adalah narkoba, seks, alkohol dan merokok. Jangan sekali-kali mencoba jika tidak ingin membuat masalah baru
</BLOCKQUOTE>
</BODY>
</HTML>
4. Preformatted Text
Preformatted Text (PRE) digunakan untuk menampilkan teks sama seperti yang Anda ketikkan dalam dokumen HTML. Browser akan menampikan teks tersebut dalam font monospaced, yaitu seperti terlihat dalam teks yang tampilkan oleh aplikasi berbasis teks (misalnya telnet).
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Preformatted Text</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<PRE>
Edisi yang lalu dibahas tentang membuat billing system untuk warnet yang dapat langsung mencetak tagihan.
Kali ini diulas bagaimana menyimpan setiap transaksi dalam database agar bisa diperoleh beberapa laporan secara periodik.
</PRE>
</BODY>
</HTML>
5. Begin Row (BR)
Tag ini digunakan untuk menulis teks pada baris berikutnya. Tag <BR> membuat baris baru tanpa memberi baris kosong di bawahnya.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Begin Row</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P>Banyak cara yang dapat digunakan untuk melakukan instalasi FreeBSD. Namun ada tiga cara yang paling sering dilakukan ,yaitu:
<BR>Instalasi melalui FTP
<BR>Instalasi melalui CDROM
<BR>Instalasi melalui partisi DOS
</BODY>
</HTML>
6. Ukuran Font
Untuk mengatur huruf dokumen HTML digunakan tag <FONT SIZE>. Tag <FONT SIZE> memiliki beberapa atribut untuk mengatur ukuran huruf yang akan digunakan.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Ukuran font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=1>Ukuran font 1</FONT>
<FONT SIZE=2>Ukuran font 2</FONT>
<FONT SIZE=3>Ukuran font 3</FONT>
<FONT SIZE=4>Ukuran font 4</FONT>
<FONT SIZE=5>Ukuran font 5</FONT>
<FONT SIZE=6>Ukuran font 6</FONT>
<FONT SIZE=7>Ukuran font 7</FONT>
</BODY>
</HTML>
7. Jenis Font
Atribut FACE digunakan untuk mengatur jenis huruf yang diinginkan. Atribut FACE harus diisi dengan string jenis font seperti Arial, Times New Roman,Verdana, dan sebagainya.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Jenis Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT FACE = âArialâ>Arial, contoh AC Milan <P>
<FONT FACE = âVerdanaâ>Verdana , contoh Persebaya <P>
<FONT FACE = âTimes New Romanâ>Times New Roman, contoh Indonesia <P>
</BODY>
</HTML>
8. Warna Font
Atribut COLOR digunakan untuk mengatur warna font yang akan digunakan. Untuk memberi nilai pada atribut color, ada dua cara. Cara pertama dengan menuliskan nama warna seperti Red, Blue, Yellow, White, dll. Sedangkan cara kedua adalah dengan menggunakan nilai RGB (Red Green Blue) dari suatu warna, misalnya FF0000 untuk Red, 00FF00 untuk green, dan 0000FF untuk Blue.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Warna Font</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<FONT SIZE=5>
<FONT COLOR = âredâ>PSM Makassar<P>
<FONT COLOR = â#FF0000â³>tetap PSM Makassar kan?<P>
<FONT COLOR = â#00FF00â³>Ini baru Persebaya<P>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Kesalahan yang terbesar adalah aku tidak pernah melakukan sesuatu, bahkan mencobanyapun “gak” pernah, malah pikiran aku sering “merancang” imajinasi rasa sakit yang belum tentu terjadi dari sebuah kesalahan atau kekeliruan di masa mendatang...."
Struktur Dokumen HTML 1
Secara sederhana HTML terdiri dari dua bagian yaitu Header dan Body. Struktur HTML diapit oleh tag awal <HTML> dan tag akhir </HTML>. Standar penulisannya adalah:
<HTML>
<HEAD>
Deskrisi dokumen
</HEAD>
<BODY>
Isi dokumen
</BODY>
</HTML>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Selamat datang di Homepage Saya</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Halo, apakabar?. Homepage ini merupakan hasil karya saya yang pertama.
</BODY>
</HTML>
Keterangan:
* Tag <TITLE> digunakan untuk memberi judul dokumen HTML. Judul ini dapat Anda lihat pada pojok kiri atas (title bar) browser. Ketika orang akan mem-bookmark web Anda, maka judul inilah yang akan disimpan.
Untuk melihat hasilnya, silakan jalankan browser favorit Anda dengan menggunakan Microsoft Internet Explorer.
Referensi Tag HTML
1. Heading
Heading adalah sekumpulan kata yang menjadi judul atau subjudul dalam suatu dokumen HTML. Heading berbeda dengan tag <TITLE> yang tidak bisa muncul dalam halaman web. HTML menyediakan enam tingkatan heading. Heading level 1 biasanya untuk judul utama.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Headings</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Heading Level 1</H1>
<H2>Heading Level 2</H2>
<H3>Heading Level 3</H3>
<H4>Heading Level 4</H4>
<H5>Heading Level 5</H5>
<H6>Heading Level 6</H6>
</BODY>
</HTML>
2. Paragraf
Untuk membuat paragraf digunakan tag <P>. Setelah tag <P> Anda bisa menulis isi paragraf dan paragraf tersebut harus diakhiri dengan penutup </P>. Anda bisa mengatur posisi paragraf dengan attribut ALIGN. Atribut ALIGN diikuti dengan posisi yang diinginkan. LEFT untuk rata kiri, CENTER untuk rata tengah dan RIGHT untuk rata kanan.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Paragraf</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN=ârightâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
<P ALIGN=âcenterâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
<P ALIGN=âleftâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
</P>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana."
<HTML>
<HEAD>
Deskrisi dokumen
</HEAD>
<BODY>
Isi dokumen
</BODY>
</HTML>
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Selamat datang di Homepage Saya</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
Halo, apakabar?. Homepage ini merupakan hasil karya saya yang pertama.
</BODY>
</HTML>
Keterangan:
* Tag <TITLE> digunakan untuk memberi judul dokumen HTML. Judul ini dapat Anda lihat pada pojok kiri atas (title bar) browser. Ketika orang akan mem-bookmark web Anda, maka judul inilah yang akan disimpan.
Untuk melihat hasilnya, silakan jalankan browser favorit Anda dengan menggunakan Microsoft Internet Explorer.
Referensi Tag HTML
1. Heading
Heading adalah sekumpulan kata yang menjadi judul atau subjudul dalam suatu dokumen HTML. Heading berbeda dengan tag <TITLE> yang tidak bisa muncul dalam halaman web. HTML menyediakan enam tingkatan heading. Heading level 1 biasanya untuk judul utama.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Headings</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<H1>Heading Level 1</H1>
<H2>Heading Level 2</H2>
<H3>Heading Level 3</H3>
<H4>Heading Level 4</H4>
<H5>Heading Level 5</H5>
<H6>Heading Level 6</H6>
</BODY>
</HTML>
2. Paragraf
Untuk membuat paragraf digunakan tag <P>. Setelah tag <P> Anda bisa menulis isi paragraf dan paragraf tersebut harus diakhiri dengan penutup </P>. Anda bisa mengatur posisi paragraf dengan attribut ALIGN. Atribut ALIGN diikuti dengan posisi yang diinginkan. LEFT untuk rata kiri, CENTER untuk rata tengah dan RIGHT untuk rata kanan.
Contoh:
<HTML>
<HEAD>
<TITLE>Paragraf</TITLE>
</HEAD>
<BODY>
<P ALIGN=ârightâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
<P ALIGN=âcenterâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
<P ALIGN=âleftâ>
Rumusan permasalahan disajikan secara singkat dalam bentuk kalimat tanya, yang isinya mencerminkan adanya permasalahan yang perlu dipecahkan atau adanya permasalahan yang perlu untuk dijawab
</P>
</BODY>
</HTML>
Petuah PakDe :
"Orang yang memiliki kemampuan, jika tidak ada kemauan, bagaikan mayat hidup yang tidak tahu mau kemana."
Langganan:
Postingan (Atom)